Kamis, 01 September 2016

Deskripsi wisata kuliner situbondo

                   Situbondo salah satu kabupaten yang terletak pada pesisir utara pulau jawa khususnya jawa timur yang terletak diujung pulau jawa berada di koordinat
7° 35’-7° 44’LS dan 113°-114° 42’ karena letaknya yang berada di pesisir panatai maka mayoritas penduduk di kota situbondo adalah nelayan dan mayoritas penduduk situbondo berasal dari suku madura maka bahasa sehari-hari warga situbondo adalah bahasa madura.
                   pusat pemerintahan dikota situbondo bertempat di kota situbondo kecamatan situbondo namun pemerintah kota situbondo telah meresmikan second city of situbondo yaitu Besuki dan Asembagus,mengapa pemerintah membuat  secon city karna pemerintah situbondo ingin meningkatkan pembangunan,perbaikan pasar,taman kota dan beberapa rambu-rambu lalu lintas dan pemerintah tidak ingin jika APBD hanya terpusat untuk membangun pusat kota.
                 setiap secon city dan pusat kota memiliki makanan khas tersendiri kita akan membahas satu persatu makanan khas dari pusat sampai secon city yang ada disitubondo.
                  makanan khas di pusat kota yaitu tajhin palappa arti dari tajhin yaitu bubur dan palappa bumbu,tajhin palappa itu ialah bubur yang menggunakan bumbu rujak .biasanya tajhin palappa di santap saat pagi atau biasanya selalu ada untuk sarapan karna makanan ini tidak terlalu berat untuk sarapan dan cocok di santap pada pagi hari dan tajhin palappa di jual hanya pagi saja dan tempatnya di sekitar pusat kota. 

                     kedua makanan khas asal Asembagus daerah yang berada diujung timur situbondo perbatasan dengan Banyuwagi makanan khas daerah Asembagus yaitu nase’sodu yang artinya nase’ yaitu nasi dan sodu kuah, kuliner khas asembagus ini bisa di temukan di daerah sekitar pabrik gula dan adanya mulai pagi hingga sore hari.nase’ sodu yaitu nasi dengan kuah gulai lawuh yang di campur kacang panjang/wortel dan buncis serta ikan tongkol bumbu merah dan tidak lupa si pedas yaitu sambal terasi toge sambal khas nase’ sodu,dan jangan hawatir masalah harga karna menu yang sebanyak itu nase’ sodhu hanya di bandrol 5K cukup ekonomis bukan.

                          berikutnya makanan khas asal besuki kota dimana dulunya di jadikan karesidenan besuki,makanan khas daerah ini adalah kotel,kotel makanan yang berbahan dasar campuran daging ikan dengan tepung tapioka dan beberapa bumbu dapur lainnya,mengapa berbahan dasar ikan?karna warga di sekitar besuki mayoritas adalah nelayan maka dulu warga besuki memiliki inisiativ untuk membuat olahan baru dari bahan ikan,nah kotel ini sendiri bisa di temukan di sekitar pesisir pantai besuki dan hanya ada saat pagi saja karna saat sudah siang kotel tersebut di olah menjadi krupuk kipas khas besuki dan masalah harga cukup terjangkau dengan bahan daging ikan kotel ini di bandrol mulai dari 12k hingga 20k .




1 komentar: